Peluit panjang menandai keberangkatan rombongan wisata religius PT Kereta Api Sumbar ke Padang Pariaman, Rabu (9/4) pagi. Sejumlah sekitar 300 karyawan dan pensiunan PT KAI ikut ambil bagian dalam acara untuk memasyarakatkan kereta api ini. Kadivre PT Kereta Api Sumbar R Tisna Jaya SE MM, seusai pelepasan rombongan mengatakan kegiatan itu dalam rangka meningkatkan iven wisata religius di Sumbar. Menurutnya, Kereta api bukan saja berfungsi sebagai sarana angkutan penumpang saja, namun bisa dibuatkan bermacam acara seperti pengajian, nikah di kereta dan lainnya.

“Kita ingin menggali potensi pariwisata di Sumbar. Acara ini semacam promosi kepada masyarakat, banyak hal yang bisa dilakukan dengan kereta api. Bukan cuma untuk angkutan barang dan penumpang,” kata Tisna. Dalam wisata religius ini, akan diisi dengan dialog interaktif oleh Ustad Boy Lestari yang dilakukan di atas kereta api. Rombongan berangkat denga satu kereta yang terdiri dari 7 gerbong. Selain berwisata, mereka juga bakal mengadakan pengajian di Masjid Bahari Padang Pariaman. Sejak dibuka beberapa tahun silam, antusiasme masyarakat terhadap kereta wisata terus meningkat. Setiap hari Minggu atau libur nasional, hampir rata-rata 90 persen gerbong terisi.

Perkerataapian Sumbar memang difokuskan untuk pariwisata. Kondisi alam Sumbar yang berbukit, pendeknya jarak tempuh, dukungan iven-iven seperti ini, kita yakin bisa meningkatkan minat masyarakat untuk menjadikan kereta api sebagai kendaraan alternatif berwisata,” tambahnya. “Selain dialog, kita juga adakan pengajian di Masjid Bahari Pariaman. Ini momen untuk saling bersilaturahim. Rencananya peserta berangkat pukul 7 pagi dengan 7 kereta. Acara ini diselenggarakan secara kerjasama dengan Dinas Pariwisata Sumbar,” tambahnya.

Kini kereta api wisata tidak hanya bisa dimanfaatkan sarana transportasi semata. Tapi, juga bisa dimanfaatkan untuk berdakwah sambil berwisata, sembari menikmati keindahan pantai Pariaman nan asri. Kemarin, sebanyak 180 wisatawan yang dipimpin langsung Kepala Devisi Regional II PT Kereta Api (Persero) Sumbar Tisna Jaya, mengikuti paket perdana wisata religius tersebut. Paket wisata religius tersebut dikemas dalam tiga kegiatan. Yakni, dialog interaktif dan klinik agama yang dipandu ustad Boy Lestari Dt Palindih, kegiatan ini dilaksanakan di atas kereta api selama dalam perjalanan dari Padang ke Pariaman dan sebaliknya.

Kemudian untuk mengisi waktu selama di Pariaman, dimanfaatkan dengan ceramah agama yang disampaikan ustad Buchari, di Masjid Nurul Bahari yang terletak tidak jauh dari Stasiun Kereta Api Pariaman Paket wisata religius ini, jelas Kepala Humas PT Kereta Api Devisi Regional II Sumbar Busrizal kepada Padang Ekspres di sela-sela ceramah agama di Masjid Nurul Bahari Pariaman, dilaksanakan untuk mempromosikan keberadaan kereta api wisata ke tengah-tengah masyarakat sebagai satu-satunya alat tranportasi kebanggaan masyarakat Sumbar.

Kereta api wisata Sibinuang ini tidak hanya dapat dimanfaatkan pergi berliburan semata, namun bisa dimanfaatkan juga untuk kegiatan-kegiatan lainnya seperti pesta ulang tahun, perkawinan dan wisata religius seperti yang kita laksanakan seperti saat ini, berupa paket wisata religius. Bagi yang berminat kami siap memfasilitasi,” ujar Busrizal. Menurut Busrizal, paket perdana wisata religius yang dicetuskan Kepala Devisi Regional II PT Kereta Api (Persero) Sumbar Tisna Jaya ini diikuti 180 orang peserta yang berasal dari Persatuan Pensiunan Kereta Api Sumbar, bertujuan untuk lebih mempromosikan keberadaan kereta api ke tengah-tengah masyarakat Sumbar. ”Kita sangat berharap dengan paket seperti ini akan mengugah peserta lainnya untuk memanfaatkan jasa kereta api di Sumbar yang telah mulai dioperasionalkan sejak tanggal 15 Februari 2007 lalu,” tambah Busrizal.

Sementara Wali Kota Pariaman Mahyuddin yang menyambut rombongan mengungkapkan, untuk menjadikan Pariaman sebagai kota tujuan wisata, pemerintah berusaha memperbaiki berbagai sarana dan prasarana wisata khususnya wisata pantai yang dimiliki Pariaman. “Alhamdulillah berkat dukungan dari berbagai elemen masyarakat, secara bertahap sejumlah objek wisata pantai yang dimiliki Pariaman sudah mulai dilakukan pembenahan. Dengan harapan Pariaman akan dapat dijadikan kota tujuan wisata andalan di Sumbar,” kata Wako. Kepada rombongan wisata religius, Mahyuddin mengucapkan selamat datang di Kota Pariaman, semoga dengan fasilitas yang dimiliki Pantai Pariaman, dapat membuat seluruh anggota rombongan betah di Kota Pariaman (K.07).

sumber :http://kereta-api.com/berita.html