Jumlah korban kecelakaan kereta api yang dirawat di Rumah Sakit Abdul Moeloek mulai berkurang. Hingga Senin (18/08) malam, korban dirawat tinggal 12 orang. Mereka umumnya menderita luka berat sehingga belum diperbolehkan pulang.

Korban kecelakaan kereta api yang dirawat di Rumah Sakit Abdul Moeloek terus berkurang. Sebagian besar pasien memang telah diperbolehkan pulang, sementara sisanya pergi tanpa pamit.

Hingga tadi malam, jumlah pasien yang dirawat tinggal 12 orang, mereka umumnya menderita luka serius. Seperti yang dialami Sahidin, pria berusia 43 tahun ini belum diperbolehkan pulang karena tim medis masih mengobservasi bagian dadanya yang mengalami memar. Warga Sidomulyo Lampung Selatan ini bahkan mengaku masih kerap mengalami sesak napas akibat luka memar di dadanya.

Sabtu (16/08) lalu, RS Abdul Moeloek setidaknya merawat 53 pasien korban tabrakan kereta. Bahkan karena kapasitas ruang perawatan terbatas, korban kecelakaan kereta api lainnya dirujuk ke rumah sakit lain. Sementara jumlah pasien yang dirawat di Rumah Sakit Advent tinggal 2 orang, sedangkan seluruh pasien yang dirawat di Rumah Sakit Emanuel dan RS Sumoharjo sejak kemarin telah diperbolehkan pulang.(sumber : indosiar.com)