JAKARTA (SINDO) – Satu dari lima gerbong kereta api (KA) milik PT KA Daop 2 Bandung, Jawa Barat yang akan diperbaiki,terbakar di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan,kemarin.

Ada dugaan, KA ekonomi dengan nomor gerbong K3-64539 itu sengaja dibakar orangorang yang tidak bertanggung jawab saat diparkir di jalur rel 12.Sedianya kereta tersebut akan menjalani perbaikan akhir (PA) di Bengkel Balai Yasa Manggarai.

Didik Krisdianto, 32, saksi mata, menyebutkan kebakaran terjadi pukul 16.20 WIB. Pria yang seharihari bekerja memperbaiki KA itu mengaku tidak mengetahui pasti dari mana sumber api. Sebab, dia tahu kejadian itu saat api sudah mulai membesar.

”Kami sudah berusaha memadamkan api dengan 10 tabung pemadam, tapi tidak berhasil. Akhirnya kami meminta bantuan ke petugas pemadam kebakaran,” kata Didik kemarin. Menurut dia, gerbong yang terbakar berada di posisi terakhir.

Petugas terpaksa melepaskan ikatan gerbong yang terbakar dengan gerbong lainnya agar api tidak menjalar.Usaha mereka pun tidak sia-sia,gerbong yang terbakar akhirnya terpisah dengan gerbong lainnya. ”Hanya satu gerbong yang terbakar, lainnya selamat,” terangnya.

Sementara itu, saksi mata lainnya menyebutkan terbakarnya gerbong KA itu sengaja dibakar orangorang yang tidak bertanggung jawab.Menurut Agus, 20, sebelum kebakaran berlangsung, banyak anak muda berada di dalam gerbong itu.

Entah apa yang mereka lakukan, tiba-tiba mereka berhamburan keluar dan bersamaan dengan itu muncul kobaran api. ”Informasinya, mereka membakar sesuatu di dalam gerbong dan merembet ke KA,” ungkapnya.

Kobaran api berhasil dipadamkan petugas pukul 17.23 WIB. Berdasarkan pantauan, kebakaran itu tidak mengganggu perjalanan KA karena posisi gerbong yang terbakar berada di jalur khusus perbaikan.

Kahumas PT KA Daop I Jabotabek Akhmad Sujadi membenarkan kejadian ini. Akibat kejadian ini, PT KA menderita kerugian Rp500 juta. ”Kami sangat menyayangkan kejadian ini, seluruh rangkaian kereta terbakar habis,”ujarnya.

Sujadi juga membenarkan, dugaan sementara penyebab kebakaran akibat ulah para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang menempati gerbong kereta. Pasalnya, saat api mulai membesar dan membakar gerbong,beberapa orang PMKS terlihat keluar dari gerbong dan lari menyelamatkan diri.

”Kemungkinan akibat ulah mereka. Tapi kami belum mengetahui penyebab pastinya, apakah karena membuang puntung rokok sembarangan atau ada penyebab lainnya,”terangnya. Lebih lanjut Sujadi mengatakan, saat ini banyak PMKS yang tinggal di stasiun.

Meski telah ditertibkan, upaya itu tidak sepenuhnya berhasil, bahkan jumlahnya bertambah banyak. Untuk mengantisipasi agar tidak terulang kembali, pihaknya akan melakukan sterilisasi seluruh stasiun termasuk melibatkan aparat terkait.

Untuk itu, dia berharap Pemprov DKI Jakarta membantu PT KA untuk merazia para PMKS tersebut.”Kami berharap pemprov mau turun membantu kami,”tuturnya. (m yamin/sucipto)  sumber : koran sindo