Jakarta, kompas - PT Industri Kereta Api atau PT Inka sepatutnya meningkatkan kandungan lokal dalam pembuatan kereta api. Hal itu dapat dilakukan dengan meningkatkan kerja sama dengan badan usaha milik negara serta membina usaha kecil menengah untuk pembuatan komponen.”Indonesia punya kemampuan meningkatkan kandungan lokal. Itu harus dikerjakan agar Inka sebagai industri strategis dapat tumbuh, apalagi bila mampu kembali mengekspor kereta,” kata Direktur Eksekutif Indonesian Railway Watch Taufik Hidayat, Kamis (16/10) di Bandung.

Menurut Taufik, industri manufaktur di dalam negeri mampu membuat komponen kereta. ”Yang terpenting, kontinuitas pemesanan komponen, agar bisnis mereka lancar,” ujarnya.

Menanggapi gagasan itu, Direktur Utama PT Inka Roos Diatmoko di Madiun mengatakan, ”Untuk meningkatkan kandungan lokal, harus ada hitungan skala ekonomisnya. Tidak dapat langsung diputuskan.”

Menurut Roos, PT Inka harus realistis. ”Lazim di industri kereta mengimpor mesin dari negara seperti Jepang. Ini bentuk kemitraan global,” katanya.

Saat ini, untuk produksi gerbong barang, PT Inka menggunakan kandungan lokal 80-90 persen, kereta penumpang kandungan lokalnya 70-85 persen, kereta rel listrik 40-60 persen, kereta rel diesel 40-60 persen, dan lokomotif diesel 40-60 persen. Adapun untuk pendingin ruangan, mesin, roda, bearing, dan transmisi 100 persen dari impor.

Industri strategis seperti PT Barata Indonesia seharusnya dapat lebih berperan, antara lain dengan membuat roda kereta. ”Barata ingin membuat roda, tetapi cor, yang diharapkan tempa,” kata Roos. sumber : kompas.com