Jakarta, - Ribuan rumah permanen dan semipermanen di rel kereta api jalur Stasiun Kota-Stasiun Tanjung Priok digusur bertahap sejak Minggu (19/10). Dalam pantauan di sekitar Ancol hingga Tanjung Priok, Jakarta Utara, puluhan warga secara sukarela membongkar sendiri bangunan milik mereka. Bangunan yang merambah tanah milik PT Kereta Api itu digunakan untuk hunian dan usaha.

Sebagian jenis usaha yang dilakukan di lahan PT KA adalah usaha barang bekas besi, plastik, warung, bengkel, dan pencucian sepeda motor. Mereka membuat bangunan menjadi permanen dengan menyemen sebagian rel untuk dijadikan lantai hunian atau tempat usaha.

Naum, pemilik lapak barang bekas, mengaku dengan sukarela membongkar sendiri lapak yang dia bangun semipermanen hingga memiliki dua lantai itu. ”Kami diberi informasi awal tahun 2009 seluruh jalur rel ini harus sudah bersih dari bangunan karena mau digunakan PT KA,” katanya.

Sejak pagi hingga siang, Naum mencopot seng, tripleks, dan pelbagai bahan bangunan di lapak tersebut agar dapat digunakan di tempat baru.

Nur, seorang buruh angkut, mengaku mendapatkan order untuk membantu membongkar lapak-lapak dan bangunan di rel sekitar Ancol. ”Kalau penggusuran dari PT KA biasanya lebih manusiawi pendekatannya,” katanya.

Simpang siur

Lain lagi cerita warga dekat Gang Pelita 3 dan Gang Pelita 4, Kelurahan Tanjung Priok, yang juga menghuni jalur rel kereta api. Mereka mengaku kabar tentang pembongkaran masih simpang siur.

”Kami siap untuk pindah, tapi hendaknya diberi tahu pasti kapan dilakukan pembongkaran supaya tidak mendadak. Warga di sini dulu juga mengeluarkan banyak tenaga dan biaya untuk menguruk rawa di sekitar rel,” kata Rahmi, pedagang ikan asal Brebes, Jawa Tengah.

Nyonya Kayem, tetangga Rahmi, berharap ada sosialisasi terlebih dahulu oleh RT dan RW setempat agar warga bisa melakukan persiapan. ”Sejauh ini kami belum mendengar kabar atau menerima surat. Berunding juga belum dilakukan,” kata Ny Kayem.

Menurut dia, warga penghuni lahan rel berasal dari daerah seperti Indramayu, kota-kota di Jawa Tengah, dan Madura, Jawa Timur.

Secara terpisah, Kepala Humas PT KA Daerah Operasi Satu Akhmad Sujadi menjelaskan, ribuan rumah di jalur rel Kota-Tanjung Priok akan digusur petugas tanggal 24 Oktober. ”Banyak yang sudah mulai membongkar sendiri. Kami sudah menginformasikan rencana itu sejak dua bulan lalu. Selanjutnya pinggir rel akan dihijaukan,” kata Sujadi.

sumber : kompas.com