PT Kereta Api (KA) berencana tidak lagi mengoperasikan KA Ekonomi di Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Depok (Jabodetabek). PT KA akan menggantinya dengan KA Ekonomi AC dan Ekspres. “Itu cita-cita kami untuk jangka panjang. Mungkin setelah tiga tahun PT KA Jabodetabek beroperasi,” kata Presiden Direktur PT KA Komuter Jabodetabek Kurniadi Atmosasmito di Jakarta, Jumat (31/10).

Mulai 2009, pengelolaan operasional KA Jabodetabek dipegang PT KA Jabodetabek. Keputusan itu berdasarkan surat keputusan Menneg BUMN Sofyan Djalil awal 2008 lalu yang memisahkan KA Jabodetabek dari induknya, PT KA. Langkah itu untuk meningkatkan pelayanan KA kepada warga Jabodetabek.

Kurniadi mengemukakan, jika rencana tersebut dilakukan, maka armada KA ekonomi akan dialihkan ke daerah lain. Sebagian akan digudangkan karena sudah tua.

Ia belum menyebut harga tiket atas pemberlakuan KA ekonomi AC dan Ekspres. Pasalnya, rencana itu masih jauh. Menurutnya, pemberlakuan itu juga menuntut penambahan rangkaian dari delapan gerbong menjadi 10 gerbong. Selain itu akan diubah sistem sinyal, listrik, dan peron.

Pada bagian lain, pemberlakukan KA Ekonomi AC dan Express sangat bergantung pada ketersediaan KA bekas dari Jepang. Jika Jepang belum menyediakannya, maka rencana itu belum dapat dijalankan.

Pihaknya harus membeli KA bekas karena biayanya murah. “Beli satu KA baru (tanpa rangkaian, Red) sama dengan membeli satu set KA bekas (isi 10 rangkaian). Lebih baik beli KA bekas kalau seperti itu,” ujarnya.

Direktur Utama PT KA Rony Wahyudi mengemukakan, saat ini, Direksi PT KA Jabodetabek sudah bekerja untuk persiapan pengoperasian, perencanaan bisnis, landasan hukum, dan pembuatan anggaran dasar (AD) serta aturan rumah tangga (ART). Diharapkan awal Januari 2009 sudah dapat beroperasi. “Sarana dan prasarana sedang ditingkatkan, termasuk stasiun,” ujar Rony saat menandatangani pendirian anak perusahaan PT KA untuk Sumatera Selatan, Trans Sriwijaya di Jakarta, Jumat pagi. sumber: suarapembaruan.com