JAKARTA: Departemen Perhubungan memperingatkan PT Kereta Api (KA) agar lebih serius melakukan perbaikan internal, menyusul tabrakan kereta api barang dan kereta rel listrik (KRL) di Jakarta pekan lalu, sebelum menetapkan rencana pengembangan bisnis.

Kasus tabrakan antara kereta peti kemas rute Surabaya-Jakarta dan KRL ekonomi AC di kawasan Mangga Dua, Jakarta, pekan lalu, dinilai sebagai kelalaian PT KA dalam menjalankan operasional kereta api.

“Penyebab persisnya memang belum dilaporkan, tapi diketahui bahwa kereta barang tersebut melanggar sinyal sehingga menabrak KRL yang melaju di depannya. Ini menunjukkan adanya kelalaian manusia,” kata Dirjen Perkeretaapian Dephub Wendy Aritenang kepada Bisnis, Senin.

Tabrakan kereta akibat kelalaian manusia itu bukan kali pertama. Sekitar 3 bulan lalu, tabrakan kereta api di Lampung merenggut nyawa tujuh orang penumpangnya.

Ditjen Perkeretaapian Dephub selaku regulator layanan kereta api meminta PT KA belajar dari setiap kecelakaan yang terjadi, mulai dari kereta anjlok hingga tabrakan dan segera melakukan perbaikan internal.

PT KA dinilai belum melakukan tindakan yang memadai untuk membenahi permasalahan tersebut. Contohnya, dua tabrakan kereta tahun ini terjadi akibat pelanggaran sinyal, yang mengindikasikan ada masalah mengenai tingkat kedisiplinan petugas di lapangan.

Kecelakaan kereta api mulai dari anjlok hingga tabrakan terjadi puluhan kali sepanjang tahun ini. Sebelum masa angkutan Lebaran, rata-rata kejadian kereta anjlok sekitar sekali dalam sepekan.

Wendy mengajak PT KA membahas masalah terkait dengan kecelakaan yang juga melibatkan regulator sehingga tidak terjadi kondisi saling menyalahkan satu sama lain.

“PT KA sebaiknya memahami dahulu permasalahan yang terjadi sesungguhnya dan menyelesaikannya sebelum menetapkan berbagai rencana untuk mengembangkan bisnisnya karena dikhawatirkan hal itu akan memperparah kondisi layanan kereta,” ujarnya.

Direktur Utama PT KA Ronny Wahyudi sebelumnya menilai tabrakan kereta barang dan KRL di Jakarta pekan lalu tidak mengganggu. “Tidak ada korban luka berat, operasional kereta api secara keseluruhan juga tidak terganggu.”

sumber : web.bisnis.com